Senin, 02 November 2020

Kau adalah Sekilas

Hai, aku kalah

kalah menjaga kesepakatan kita, bahwa ini hanya akan melelahkan dan menyakitkan.


Aku diam-diam membiarkanmu masuk ke ruang tamu dihatiku, mempersilahkanmu duduk, berbincang sedikit tentang cinta dan sejak saat itu wangi tubuhmu memenuhi sudut-sudut ingatanku, tutur bahasamu dan tawamu.

Aku mulai menginginkanmu sekaligus ingin menjadi apa yang kau inginkan, bahkan untuk tau kita ini apa dan akan bagaimana, di sana ada ketakutanku kehilanganmu…


Aku hanya ingin menjadi sandaran yang ternyaman bagimu meski di dalam hatimu ruang untukku begitu sempit, gelap dan tak terlihat.

Iyaa… Aku nyaman dengan ketidakjelasan kita, dimana aku bisa terima dimana masih ada bayangan dirinya yang telah lebih dulu menemani langkahmu.


Jika suatu hari nanti hidupmu tak bisa lagi melaju kecuali dengan meninggalkanku pastikan telingamu terbiasa tanpa kabar dariku, maka aku akan tersenyum menikmati lagi tahap demi tahap perkenalan kita dikala sebelumnya, biar waktu yang menggerogoti kenangan itu hingga habis.


Kau adalah sekilas yang tak ku mengerti bagaimana caranya untuk membuatmu singgah sedikit lebih lama.

- Fahmi Amir Mu'minin


Tidak ada komentar:

Posting Komentar