Bagi Anda yang memiliki hobi fotografi tentu sudah tidak asing dengan media sosial Instagram. Media sosial dengan sekitar 700 juta pengguna ini mampu menyedot perhatian dengan layanan yang memungkinkan penggunanya untuk berbagi foto dan video secara publik atau pribadi. Media sosial yang awalnya dianggap sebagai aplikasi anak muda ini kini mulai dianggap sebagai salah satu alat promosi yang jitu. Berbagai cara dilakukan untuk menaikkan jumlah followers dan likes namun tidak semua cara mampu memberikan hasil yang signifikan.
Penggunaan media sosial Instagram sebagai salah satu alat promosi tentu bukanlah tanpa alasan. Instagram merupakan salah satu media sosial terpopuler dimana sekitar 60 juta foto atau gambar yang dibagikan dan 1.6 milyar likes yang diberikan setiap harinya. Selain itu, dalam sebuah riset oleh Forrester Research di tahun 2014 menemukan bahwa pengguna Instagram 58 kali lebih mungkin memberikan likes, berkomentar, atau berbagi foto sebuah merek dibandingkan pengguna Facebook dan 120 kali dibandingkan pengguna Twitter.
Untuk dapat menggunakan Instagram sebagai alat promosi dengan lebih efisien tentu Anda harus memiliki jumlah followers dan likes yang cukup signifikan. Bagi pengguna yang baru memulai atau yang sudah memiliki akun tetapi jumlah followers-nya tidak terlalu signifikan atau jumlah likes minim, tentu akan membuat mereka berkecil hati.
Semakin meningkatnya kebutuhan followers dan likes, meningkat pula jasa auto likes. Selain itu, demi mendapatkan jumlah followers dan likes yang banyak, banyak pula yang menggunakan jasa pembelian followers atau menggunakan bots yang biasanya terdiri atas akun palsu. Jika ingin menggunakan Instagram secara efisien, Anda tentu menginginkan followers yang menyukai niche Anda sehingga mereka dapat menjadi pengikut setia brand Anda
Lalu bagaimana cara yang baik untuk menaikkan jumlah followers dan like di Instagram?
1. Sinkronisasi Instagram dengan Sosial Media Lainnya
Ini mungkin merupakan cara paling mudah karena banyak para pengguna Instagram juga telah lebih dulu menggunakan media sosial lainnya. Ada kemungkinan jumlah pengikut Anda di media sosial lain sudah cukup banyak sehingga kesempatan untuk mempromosikan akun Instagram dan mendapatkan followers lebih besar.
Cara ini digunakan oleh salah satu maskapai terbesar di Indonesia, Garuda Indonesia. Garuda memberikan informasi mengenai akun media sosial mereka lainnya seperti Twitter yang telah lebih dulu dikenal dengan jumlah followers lebih dari 3 juta.
Keuntungan lainnya dari sinkronisasi media sosial ini adalah berkurangnya beban untuk memasang post di masing-masing media. Pengguna media sosial lain bisa mengunjungi akun Instagram Anda dengan lebih mudah sehingga bisa meningkatkan traffic akun dan juga mendapatkan followers dan likes yang lebih banyak.
2. Buat Profil yang Mudah di Cari
Jika ada pengguna yang ingin mengetahui tentang Anda dan/atau produk Anda tentu akan tertolong jika Anda menyertakan biografi yang jelas. Anda juga bisa memberi tautan ke situs atau media sosial lainnya yang Anda miliki di bagian biografi.
Anda bisa membuat profil yang lucu, unik, menarik yang dapat membantu pengguna mengetahui siapa Anda. Gunakan foto diri sendiri atau logo perusahaan dan buat deskripsi semenarik mungkin. Pengguna akan melihat profil Anda lalu melihat-lihat foto dan bahkan bisa mengunjungi situs Anda.
3. Gunakan Hashtag yang Sesuai
Penggunaan fitur tanda pagar (#) atau hashtag yang dipopulerkan oleh media sosial Twitter bisa menjadi salah satu senjata andalan Anda dalam meningkatkan jumlah followers dan likes.
Instagram memiliki fitur pencarian hashtag yang dapat memudahkan Anda melakukan pencarian hashtag yang populer dan sesuai dengan bisnis atau niche Instagram Anda. Dengan menggunakan hashtag ini akan membantu kiriman Anda dilihat oleh pengguna yang belum mengikuti akun Anda namun sedang mencari foto yang berkaitan dengan bisnis atau industri Anda.
Selain menggunakan hashtag populer, Anda juga bisa membuat hashtag sendiri yang memotivasi pengguna untuk membagikan foto yang berkaitan dengan brand milik Anda. Contohnya seperti hashtag #adaaqua yang digencarkan oleh perusahaan air minum kemasan ternama di Indonesia, Aqua.
Namun membuat hashtag sendiri ini harus dilakukan dengan hati-hati. Buat hashtag yang jelas, mudah dimengerti, dan berkaitan dengan bisnis Anda. Jangan gunakan singkatan yang tidak semua orang mengerti dan gunakan kalimat singkat dan padat.
Penggunaan hashtag sebagai fitur promosi ini membuat beredarnya hashtag seperti #FF (Follow Friday), #instafollow, #followback dan lainnya. Menggunakan hashtag ini memang memungkinkan Anda untuk mendapatkan followers dan likes namun biasanya penggunanya tidak tertarik dengan brand Anda dan hanya tertarik untuk di follow kembali. Lebih baik berkreasi sendiri dengan hashtag yang sesuai dengan foto, produk, atau bisnis Anda.
4. Pasang Foto Secara Konsisten dan di Waktu yang Tepat
Foto yang ingin Anda pasang sudah sangat baik melalui hasil editan berkali-kali dan sesuai dengan keinginan. Namun Anda memasangnya dini hari atau disaat banyak pengguna tidak sedang online. Ini secara signifikan mengurangi kesempatan Anda untuk mendapatkan followers baru melalui foto yang baru Anda pasang. Biasanya, orang cenderung mengakses media sosial nya pada jam istirahat atau jam bebas kerja.
Selain itu, kesalahan lainnya adalah Anda tidak memiliki pola waktu dalam mengunggah foto di Instagram. Berdasarkan analisa dari Tailwind, dengan mengunggah foto setiap hari, Anda dapat meningkatkan jumlah followers empat kali lebih cepat dibandingkan dengan hanya mengunggah seminggu sekali.
Ada baiknya Anda mulai menyusun strategi kapan saat yang tepat untuk upload foto dan mengatur jadwal pemasangan foto tersebut. Anda bisa mempelajari kebiasaan followers Anda dan menyesuaikan dengan jadwal online mereka. Jika followers Anda kebanyakannya adalah pekerja, Anda bisa mengatur jadwal upload saat makan siang.
Untuk membantu Anda menyusun strategi, Anda bisa menguji dengan memasang foto di waktu yang berbeda setiap harinya. Dari sana Anda dapat melihat foto mana yang paling banyak menerima komentar, likes, atau meningkatkan jumlah followers.
5. Buat Instagram Anda Menarik Secara Visual
Instagram sendiri merupakan aplikasi yang didesain untuk menarik perhatian secara visual. Tentunya pengguna harus pintar menentukan gaya visual yang mampu menarik perhatian dan bisa menjadi salah satu tanda pengenal Anda.
Selain produk, Anda bisa mengambil gambar yang bisa menyentuh emosi seperti matahari tenggelam, genggaman tangan yang erat, foto anak kecil tersenyum, atau foto lainnya. Foto-foto ini bisa Anda beri caption motivasi, pertanyaan sehari-hari, atau dikaitkan dengan bisnis Anda.
Penggunaan filter yang konsisten, atau penggunaan tema warna foto seperti hitam dan putih, beige, atau penuh warna juga bisa menjadi ciri khas yang membuat akun Anda mudah diingat.
6. Bekerja Sama dengan Influencer atau Brand Lain
Dikenal dengan istilah endorsement, sistem promosi ini dinilai cukup signifikan dalam meningkatkan jumlah followers dan likes. Anda bisa meminta influencer seperti selebritis baik yang terkenal melalui film, lagu, dan lainnya maupun selebritis di Instagram atau yang biasa disebut “selebgram”.
Influencer ini bisa menampilkan foto mereka dengan produk Anda di akun mereka yang tentunya akan menjadi sarana promosi kepada followers mereka. Selain itu, Anda juga bisa meminta mereka untuk mengambil alih akun Anda untuk sedikit mengubah rutinitas Instagram Anda agar followers tidak bosan. Pastikan influencer memberitahu followers mereka menjelang takeover bahwa mereka akan menggunakan akun Anda. Ini akan membuat followers Anda mengetahui mengenai akun Anda dan meningkatkan jumlah followers dan likes.
Selain dengan selebritis atau influencer, Anda juga bisa bekerja sama dengan brand lain yang bukan rival bisnis Anda yang dapat membantu menaikkan jumlah followers dalam target pasar. Untuk lebih meningkatkan promosi, adakan giveaway dengan hadiah paket yang berisi produk dari kedua brand. Dengan promosi ini, followers brand yang bekerja sama dengan Anda akan lebih mengetahui mengenai produk yang Anda tawarkan dan juga brand Anda.
- Fahmi Amir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar